Pesta Giling Tebu ( Sisi Negatif dan Positif )


        Pesta Giling Tebu merupakan sebuah tradisi tahunan (Annual Festival) masyarakat Desa Babakan Gebang Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dan sekitarnya sebagai rasa syukur atas hasil pertanian tebu. Pesta tersebut diselenggarakan oleh PT. PG. Rajawali Cabang Babakan Gebang setiap bulan Maret atau April setiap tahunnya. Biasanya pesta tersebut diawali dengan festival “pengantin tebu”, yaitu arak-arakan hasil panen tebu disekitar PT. PG. Rajawali Cabang Babakan. Kemudian, Pesta Giling Tebu dilanjutkan dengan adanya semarak pasar malam yang kurang lebih berlangsung selama dua minggu atau sering disebut “Bancakan” oleh penduduk sekitar.

         Tentu saja masyarakat sangat menyambut baik akan adanya tradisi tahunan ini. Dari tahun ke tahun, “Bancakan” tidak pernah sepi akan pengunjung. Banyak warga yang memanfaatkan moment tersebut sebagai destinasi wisata yang murah meriah sekaligus sebagai sarana hiburan bagi keluarga. Namun, hal tersebut tentunya memberikan dampak yang bervariasi baik bagi masyarakat maupun lingkungannya. Berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari Pesta Giling Tebu.

Sisi Positif Pesta Giling Tebu :

  •   Memupuk Rasa Kebersaman

Dengan adanya pesta giling tebu mempererat hubungan antar sesama  warga, kegiatan perdagangan dan hiburan akan memicu adanya interaksi sosial yang berujung pada keakraban antara sang penjual dan pembeli,contohnya saat tawar – menawar harga, terjadi pembicaraan yang konteks antara pedagang dan pembeli hingga dapat memupuk rasa kebersamaan

  • Dapat Menjadi Ladang Usaha Bagi Para Pedagang

Acara in membutuhkan para pedagang untuk ikut meramaikan pesta. Saat pesta giling tebu dimulai maka banyak para pedagang musiman bermunculan untuk mencari keuntungan dengan mendirikan kios-kios mereka

  • Mengurangi Pengangguran

Keadaan ini memberikan efek yang positif dibidang  ketenagakerjaan, karena dengan demikian maka para pedagang akan membutuhkan pegawai yang dapat mengurangi jumlah pengangguran.

  • Sebagai Acara Khas Kabupaten Cirebon

Acara pesta giling tebu ini memberikan ciri yang khas bagi budaya daerah sendiri, dimana tradisi ini menjadi suatu even yang selalu dinanti-nanti oleh masyarakat juga ikut memperkenalkan tradisi dan kebudayaan daerah ke masyarakat luas.

  • Sebagai Sarana Rekreasi Dan Melepas Kepenatan Dari Kesubukan Kerja

Pesta giling juga dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi keluarga yang murah meriah dan dapat melepaskan kepenakan dari kesibukan aktivitas bekerja yang berlebihan hingga dapat mengobati letih dan lelah yang mungkin kita rasakan dalam pekejaan.

 

Sisi Negatif Dari Pesta Giling Tebu :

  • Pengeluaran Yang Di Keluarkan Orangtua Menjadi Lebih Besar

Berbagai macam sarana hiburan dan banyak mainan yang di tawarkan dalam pesta giling tebu ini tentu secara otomatis akan menambah pengeluaran orangtua akan kebutuhan anak dimana ketertarikan anak-anak akan hiburan ini memang sangat besar, sehingga memaksa orangtua harus menyediakan pengeluaran lebih bagi anak-anak

  • Menjadikan anak-anak lebih senang bermain daripada belajar

Dengasn adanya berbagai macam permainan dalam pesta giling tebu dan hiburan membuat anak lebih tertarik akan kegiatan bermain ketimbang kegiatan belajar. Apalagi di daerah kabupaten kesadaran akan pendidikan masih rendah, dengan adanya pesta giling tebu ini akan mengalihkan fokus anak dalam belajar ke permainan yang mereka anggap lebih menarik

  • Sisa-Sisa Sampah Dari Pesta Giling Yang Tak Terurus Menjadikan Kotor Wilayah

Kebanyakan para pedagang dan karnaval yang mengisi pekan pesta giling tebu ini tidak memperhatikan faktor kebersihan, setelah acara pesta giling tebu berakhir kita bisa meliahat banyak sampah bekas kios para pedangan bertebaran dimana-mana, hal inilah yang menggangu kenyamanan penduduk sekitar dan berpotensi juga menimbulkan berbagai macam penyakit

  • Rawan Akan Kejahatan

Antusiasme dam minat masyarakat akan pesta giling tebu ini sangat besar, terbukti setiap diselenggarakanya pesta ini tidak pernah sepi  akan pengunjung, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda, mereka datang bergerombol hingga membuat jalanan ramai dan berdesakan. keramainan itulah yang dapat memicu  para pencuri berkeliaran, ditengah-tengah kerumunan orang mereka mengambil kesempatan dan kelengahan dari para korabannya.

        Sebuah tradisi merupakan aset yang perlu dijaga untuk melestarikan budaya yang telah ada sejak dulu. Sewajarnya, dampak positif dan negatif dari suatu tradisi memang tak terhindari. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mejaga tradisi tahunan ini dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s