10 Atlit Sea Games 2011 Pemenang Medali Emas


 

Renang

  • I Gede Siman Sudartawa Peraih Medali Emas Sea Games 2011

Perenang I Gede Siman Sudartawa kembali menyumbang medali emas bagi Indonesia. Turun di nomor 100 meter gaya punggung putra, ia bahkan membuat rekor baru SEA Games.
Di Aquatic Centre di Jakabaring Sport Centre (JSC), Selasa (15/11/2011), Sudar mencatatkan waktu 55,59 detik di nomor yang ia ikuti. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dibuat Lim Keng Lian pada tahun 2001, yakni 56,16 detik.

 

  • Yessy V. Yosaputra  200 meter gaya punggung putri

Yessy V. Yosaputra, mojang Priangan kelahiran 27 Agustus 1994, dengan tidak diduga berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor SEA Games yang bertahan sejak 18 tahun lalu, padahal pelatihnya, Nizaruddin, hanya menargetkan medali perak pada laga 200 meter gaya punggung putri. Perenang puteri itu membuat catatan 2 menit 15,73 detik, mempertajam rekor Akkiko Thomson asal Filipina yang dicetaknya pada SEA Games 1993 Singapura, dengan menoreh waktu 2 menit 16,76 detik.

 

 

Angkat Besi

  • Eko Yuli Irawan

Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan meraih medali emas pada kelas 62 kilogram cabang angkat besi SEA Games XXVI/2011 di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (18/11). Eko mengumpulkan total angkatan seberat 302 kilogram dari jenis angkatan snatch 136 kilogram dan clean and jerk 166 kilogram.

Peringkat kedua juga diduduki lifter Indonesia, Muhammad Hasbi, dengan total angkatan seberat 283 kilogram dari snatch 122 kilogram dan clean and jerk 161 kilogram. Peringkat ketiga milik lifter Vietnam, Nguyen Ngoc Trung, dengan total angkatan 272 kilogram, dari snatch 125 kilogram dan clean and jerk 147 kilogram.

  • Sandow Waldemar Nasution

Indonesia menyapu bersih emas di hari pertama cabang angkat besi, Jumat 18 November 2011. Terakhir, Indonesia memastikan emas kelas 77 kilogram (kg) melalui Sandow Waldemar Nasution di Dempo Hall Jakabaring, Palembang.

Sandow sempat kalah pada angkatan snatch seberat 146 kg. Posisi Sandow kalah dari lifter Thailand, Somphon Kaeokoet, yang berhasil melakukan snatch 148 kg. Karena itu, Sandow berusaha habis-habisan di angkatan clean and jerk.

Sempat melakukan angkatan 175 kg, posisi Sandow kembali disalip Kaeokoet dengan angkatan 176 kg. Sandow kemudian membalas dengan angkatan 180 kg. Kaeokoet mencoba menyamai pemuda kelahiran 25 Maret 1981 itu, beruntung gagal.

Sandow sempat berusaha memperbaiki catatannya menjadi 200 kg di angkatan terakhir, namun gagal. Tetap, lifter dengan ciri menggunakan anting tersebut berhak menyabet medali emas.

 

 

Bulu Tangkis

  • Tontowi dan Lilyana Ganda campuran

Cabang olahraga bulutangkis kembali mempersembahkan satu medali emas di SEA Games XXVI, lewat pasangan ganda campuran Ahmad Tontowi dan Lilyana Natsir. Di laga final Sabtu, 19 November 2011, Tontowi-Lilyana mengalahkan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol dan Saralee Thoungthongkam, melalui dua game langsung, 21-7 dan 21-14.

Jalannya pertandingan di lapangan Istora Senayan, Jakarta, ini cukup sengit di awal game pertama. Namun, serangan Tontowi dan Lilyana lebih mendominasi dan mereka unggul jauh, 11-4, sebelum break.

Ini merupakan emas ketiga Indonesia di cabang olahraga bulutangkis individual, setelah sebelumnya diraih pasangan ganda putri, Anneke Agustine/Nitya Maheswari, dan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano.

  • Simon Santoso

Pebulu tangkis tuan rumah Indonesia Simon Santoso mempertahankan medali emas yang direbut dua tahun lalu, setelah memenangi laga final tunggal putra SEA Games 2011 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu malam. Pemain peringkat 11 dunia itu harus berjuang tiga game untuk menyudahi ketangguhan wakil Thailand Tanongsak Saensomboonsuk dengan skor ketat 21-10, 11-21, 21-19.

Sementara medali perunggu nomor tunggal putra diraih mantan juara dunia Taufik Hidayat dan pebulu tangkis Malaysia Derek Wong Zi Liang. Medali emas dari Simon Santoso merupakan yang kelima diraih tim bulu tangkis Indonesia pada ajang pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara ini, sekaligus melebihi target empat emas yang dicanangkan PB PBSI. Empat medali emas lainnya disumbangkan dari nomor beregu putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Gulat

  • Muhammad Aliansyah grego 60 kilogram

Cabang olahraga Gulat juga tak mau ketinggalan dalam memberikan medali emas untuk Indonesia. Dua medali emas diperoleh dari Rustandy yang turun di grego 66 kg berhasil menghentikan perlawan atlet Vietnam, dan juga Muhammad Aliansyah pad grego 60 kg yang sukses mengalahkan pegulat asal Thailand.

  • Muhammad Iqbal kelas 50 kilogram

Tim Indonesia berhasil menyumbang dua medali medali emas cabang olahraga gulat SEA Games 2011 hari ketiga di Jakabring, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (16/11). Emas pertama direbut Muhammad Iqbal yang turun di kelas 50 kilogram. Ia berhasil menyingkirkan Kritsada (Thailand) pada pertandingan cabang olahraga gulat itu.

Kritsada harus puas mendapat perak. Sedangkan medali perunggu di kelas itu diperoleh Paulo Delos (Filipina).Medali emas kedua diraih Ridha yang turun di kelas 63 kg putri. Medali perak diperoleh Quyen asal Vietnam. Sedangkan perunggu buat Juajan asal Thailand. Dengan tambahan medali emas itu, kontingen Merah Putih mampu mengoleksi empat medali emas.

Panahan

  • Erwina Safitri recurve perseorangan putri

Erwina yang baru tampil untuk pertama kalinya di ajang SEA Games, tidak tampak terlihat gugup saat menghadapi lawannya, meskipun laga final sempat terhenti karena guyuran hujan yang cukup deras.

Sesaat setelah berhasil menyabet emas dari nomor Recurve putri perorangan, Erwina mengatakan kalau ia merasa sangat senang dapat meraih emas pada nomor ini, meskipun ia tidak menyangkanya.

“Saya cukup senang. Tidak ada masalah sama sekali, karena sejak awal semuanya berjalan dengan cukup lancar dan sesuai dengan tujuan,” ujar atlet yang belajar memanah sejak umur 11 tahun ini.

Tim panahan Indonesia sebenarnya menargetkan meraih empat emas di ajang SEA Games XXVI ini, dan pada cabang recurve putri perorangan memang sejak awal sudah menargetkan untuk mempersembahkan emas.

  • I Gusti Nyoman Puruhito Praditya  compound perorangan putra

Gusti Nyoman Puruhito Praditya Jati yang akrab disapa Adit berhasil meraih emas ketiganya di nomor compound perseorangan putra di ajang SEA Games.

Sebelumnya, ia meraih emas compound perseorangan putra di di SEA Games 2007 dan 2009. “Saya senang bisa meraih emas yang ketiga ini,” ujar Adit, pemanah kelahiran 22 Juni 1985 itu.Dari tiga pertarungan di SEA Games itu, Adit selalu bertemu dengan lawannya di final hari ini, Earl Benjamin Yap. Di SEA Games 2007, Adit meraih emas usai mengalahkan Yap.

Di SEA Games 2009, Adit bertemu Yap di semifinal, lalu Adit melaju ke final dan meraih emas. Di SEA Games 2011 ini, Adit kembali bertemu Yap di final dan kembali unggul.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s